Tampilkan postingan dengan label Speak Up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Speak Up. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

To Be Independent ladies

Happy Tuesday....

Hari ini mau posting sesuatu...agak frontal siy..tapi ingin sedikit berbagi. Lagi seneng banget denger lagu Miss A yang judulnya I Dont Need Man, bukan berarti g butuh laki-laki. Saya manusia biasa dan NORMAL kok sesuai dengan apa yang Tuhan ciptakan bahwa kita diciptakan dengan berpasang-pasangan. yang bikin saya suka karena lagunya catchy dari musiknya...bikin joget2 ala Korea trus ternyata liriknya g kalah menariknya...secara bisa jadi bahan refleksian diri supaya bisa jadi independent ladies. Yang tidak menggantungkan kebahagiaan kita ke orang lain, misalnya berharap dapet laki-laki yang kaya raya atau apalah. Oia, lirik ini nginetin juga untuk g sembarang nerima laki-laki dan juga supaya terhindar dari laki-laki yang cuma manfaatin kita doang...yang cuma mau menghubungi kalo lagi ada perlu doang...nebar-nebar pesona, giliran udah terlanjur sayang ditanya komitmen g bisa jawab....*capedehhhhhhh

 Teman-teman itu pengalaman saya di masa-masa Jahiliyah, Insya Allah itu salah satu cara Allah buat membuat pribadi saya untuk belajar lebih banyak lagi, mengenal lebih banyak karakter, lebih menghargai diri sendiri, lebih percaya keluarga, teman-teman.... Dan saya juga tidak menyesal...itung-itung amal semoga Allah mencatat kebaikan yang saya sudah lakukan selama ini (*amien)

Oke lanjut ke lirik....

Miss A – I Don’t Need A Man

[Min] This is for all the independent ladies
Oh oh oh, oh oh oh
Let’s go

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara

[Min] Nae doneuro bangse da nae
Meokgo sipeun geo sa meokgo otdo sa ipgo
Chungbunhajin anchiman manjokhal jul ara 
Geuraeseo nan nareul saranghae (hey)

[Jia] Bumonimui yongdon nae doncheoreom
Sseugo sipji anha naiga manha
Son beolliji annneun ge dangyeonhan geo anya
Geuraeseo nan naega tteotthteotae (hey)

[Fei] Boy don’t say
Naega chaenggyeojulge naega akkyeojulge no no
Boy don’t play
Jinjihage ol ge animyeon

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara

[Min] Jallan cheneun andwae ttan deseoneun
Tonghalji mollado neomankeum nado
Jallajin anhatjiman jasingameun neomchyeo
Geuraeseo nan nareul saranghae (hey)

[Jia] Nae himeuro salge ttan aecheoreom
Bumonim jal manna namja jal manna
Pyeonhage saneun geo gwansimi eobseo
Geuraeseo nan naega tteotthteotae (hey)

[Fei] Boy don’t say
Naega neoui mirae nareul mitgo gidae no no
Boy don’t play
Nareul jonjunghal ge animyeon

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara

[Jia] Maeil achim iljjik ireonaseo
Haru jongil bappaseo
Bap han kki jedaero mot meogeo
Hajiman naega johaseo han iriya
Doniya jakjiman da nae ttamiya
Namja chinguga sa jun banji aniya
[Min] Nae cha nae ot naega beoreoseo san geoya
Jeokgeum neoko bumonim yongdon
Deurigo naseo san geoya
Namja mitgo nolda
Namja tteonamyeon eotteokhal geoya
Ireon naega bureowo?
Bureoumyeon jin geoya

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara 



Translate Indonesia
Terjemahan Indonesia
Ini untuk semua wanita mandiri
Ayo!
Reff:
Aku bisa hidup dengan baik tanpa seorang pria
Jadi, jika kamu tidak yakin, jangan mendekati aku
Aku tidak menjual diriku dengan mudah, karena
Aku tidak butuh seorang pria 2x (Apa?)
Aku tidak butuh seorang pria 2x (Benarkah?)
Aku tidak butuh seorang pria 2x (Sungguh?)
Aku tidak butuh seorang pria 2x
Aku bisa hidup dengan baik tanpa seorang pria
Aku membayar sewaku dengan uangku
Aku membeli sendiri makananku, I membeli sendiri pakaianku
Meskipun ini takkan cukup, tapi aku tahu bagaimana terpuaskan
Itulah kenapa aku mencintai diriku sendiri (hei)
Aku tak ingin menghabiskan uang orang tuaku untuk diriku sendiri
Aku terlalu tua untuk itu
Bukankah itu akan menambah beban untuk mereka?
Itulah kenapa aku bangga pada diriku (hei)
Cowok jangan katakan
“Aku akan menjagamu, aku akan membahagiakanmu’ tidak tidak
Cowok jangan bermain-main
Jika kamu tidak berpikiran serius
Repeat reff
Menjadi angkuh takkan berpengaruh padaku
Aku tidak tahu tempat manapun lagi
Aku mungkin tidak sebaik dirimu, tapi
Aku lebih percaya diri
Itulah kenapa aku mencintai diriku (hei)
Aku ingin mengurus diriku sendiri
Gadis lain mungkin memiliki orang tua kaya atau pacar kaya
Dan hidup dengan nyaman tapi aku tidak tertarik dengan semua itu
Itulah kenapa aku bangga pada diriku (hei)
Cowok jangan katakan
‘Aku adalah masa depanmu, percaya dan bergantunglah padaku’ Tidak tidak
Cowok jangan bermain-main
Jika kamu tidak mau menghormatiku
Repeat reff
Aku bangun awal setiap paginya
Dan sibuk seharian
Aku bahkan tidak bisa makan dengan baik
Tapi aku melakukannya karena aku suka
Uangku mungkin sedikit tapi ini dari jerih payah
Ini bukanlah cincin pemberian pacarku
Mobilku, pakaianku, semua aku beli dengan uangku
Aku membeli semua itu dengan tabunganku dan setelah memberikan uang pada orang tuaku
Jika kamu percaya pada pria, lantas apa yang akan kamu lakukan jika mereka pergi meninggalkanmu?
Apakah kamu cemburu padaku?
Jika kamu cemburu, maka kamu kalah
Repeat reff


Yang bagus....yang baik boleh diambil...tapi keburukannya jangan diambil juga...

Keburukan datangnya dari saya, kebaikan datangnya dari Allah

Wass

Kamis, 17 Januari 2013

Who are You?

"Who are you?"

Siapakah kamu?

first impression atau first sight tu penting banget kah?

"And who iam?"

dan siapakah saya?

Paling susah untuk menjabarkan siapa sebenarnya diri saya pribadi...yang terkadang masih suka banget nanya-nanya g penting...menyukai yang namanya kritikan (*serius)

oket let me tell....
Saya cuma seorang wanita berumur 24 tahun, berpipi tebal alias chubby, seorang guru anak berkebutuhan khusus, seorang anak bontot dari 3 saudari perempuan, seorang tante dari 2 orang ponakan lucu, seorang wanita single yang selalu dihantui target nikah oleh orangtuanya :D :D

dan yang terpenting... seorang yang mempunyai sejuta pertanyaan dan sedang berusaha menemukan passionnya juga mengembangkannya...masih terus belajar buat istiqomah berjualan :)

Dan saya adalah pengendali diri saya sendiri...yang entah kenapa saya suka termenung sendiri...*akhir-akhir ini... Apa yang saya lakukan kedepan nanti...beberapa bulan kedepan (*awal tahun soalnya). Seperti sebuah silabus...harusnya saya mentargetkan dan merencanakan apa yang harus saya kerjakan kedepannya. Okey pertama-tama saya akan terus mencoba berbagai kesempatan yang datang di depan mata, dari mulai memberikan kelas, mau mulai menitipkan product ke teman-teman, menyiapkan pameran/bazaar, belajar membuat pola, beli mesin jahit, dannnnnnn sebagainya.

 oia, hal-hal yang masih harus ditingkatkan...
Ibadahnya...Sedekahnya...Keikhlasannya....Rasa Bersyukurnya, Sopan santunnya...Keuangannnyaaa....dan belajar menghadapi Laki-laki yg ada di depan mata :D :p

Kenapaaaaa???
karena saya terkadang suka bingung bagaimana menyikapi laki-laki yang saya kenal taupun belum saya kenal dan yang dekatin dengan jinak-jinak merpati ataupun yang sangat-sangat antusias :D
 Bagaimana menyikapi pemberian-pemberian yang tidak terduga...kalau mengingat itu terkadang jadi sedih sendiri. Apa yang salah dari diri saya? apakah saya terlalu naif? yang tidak bisa menyikapi dengan dewasa? yang masih suka nanya-nanya sama kakak dan teman penyelesaiannya?


Semoga dari semua permasalahan itu saya jadi lebih banyak belajar dan doakan tambah dewasa...:)
ok gudnite....

Rabu, 09 Desember 2009

Ikhlas atau memang harus meminta ke Profesionalitasan?

Ini baru pertama kalinya saya benar-benar bingung harus memilih apa yang harus saya pijakan.
Ketika saya mendengar Pak Mario Teguh bilang kalau dibawah umur 35 tahun, bekerjalah dengan gaji seikhlasnya. Tapi disisi lain, dosen saya bilang, kalau guru itu bukan pahlawan tanpa tanda jasa karena kita manusia tetap membutuhkan seseorang untuk menghargai kita jadi kata dosen saya, jangan mau dibayar terlalu kecil.
Pengalaman saya, adalah hari ini...pengalaman sedih. simaklah.
Ketika setelah saya dua bulan bekerja memprivate anak berkebutuhan khusus penyandang tunagrahita dimana saya awalnya digaji se ikhlasnnya. Di Bulan pertama saya mengajar selama 18 hari, saya dibayar 400rb karena 3 hari saya harus ikut pelatihan ke hotel giri kembang, saya minta gantikan teman...dikira saya, saya akan digaji minimal 30rb perhari sehingga saya menjanjikan teman saya untuk memberinya 100rb. Nah saya jadi dapet 300rb bersihnya. No problem, itu juga Alhamdulilah banget. tetapi pas dibulan ke dua, saya mulai mengurangi hari jadi seminggu 3 kali jd sebulan 12 pertemuan nah ternyata eh ternyata saya cuma digaji 250rb. Agak tercengang juga. Secara saya lagi g dikasih uang jajan mengingat orangtua saya lg membangun rumah jd mau ga mau saya mengikuti...(kasihan juga).
Dari hasil gaji saya yang kedua itu saya benar-benar bingung, saya mencoba cari jawaban dengan sholat tp saya juga tidak dapat jawaban. Dan saya pun menanya-nanya dengan teman dan kakak. Mereka mengusulkan untuk membuat perjanjian dengan Ibu sang anak. Akhirnya saya sms Ibunya karena Ibunya sendang keluar kota. Saya bertanya perihal gaji saya yang sebenarnya, diapun bertanya saya maunya berapa. Tapi saya belum memberitahu kecuali saya sudah bertemu langsung.
Tibalah saat yaitu hari ini, saya ditelfon Ibunya untuk menanyakan perihal gaji. Setelah saya ditanya dan minta 30rb perhari eh malah mu selesai dulu. Ya ampun...katanya siy g ada hubungannya dengan permintaan gaji saya, tapi tetap aja kok saya merasa ini masalah. Berarti emang harusnya kita dibayar se Ikhlasnya donk?.
Alasannya siy karena siy anak dahulu dipaksa di masukan ke sekolah umum dimana dia harus mengejar keterbelakangan dia dan itu membutuhkan guru private. So, karena sekarang sudah disekolah SLB jadi agaknya kurang membutuhkan tangan dingin saya lagi.....halah...bisa-bisanya saya ngelucu padahal saya makin bingung.........kebutuhan dan keinginan makin banyak sedangkan sumber tak ada lagi. Tapi kalao dipikir-pikir kalaupun saya tidak mengatakan ini pasti tidak enak di saya juga. Merasa kurang ikhlas kan tidak baik juga...apalgi dipendam-pendam.
So, what this conclution abaout my problem? apakan besok-besok saya harus bekerja dengan bayaran se Ikhlasnya atau memang mesti ada kesepakatan seperti ini. Saya sendiri bersyukur pernah berani mencoba untuk speak up. karena, setiap hal pasti ada ilmunya, sebelum melangkah pelajari situasi pada saat melangkah jangan dipikirkan tapi lakukan. Semoga bermanfaat....

Rabu, 21 Oktober 2009

Global Stategy at Hotel Giri Kembang

Tanggal 13 Oktober lalu saya dan rombongan dari yayasan Marga Sejahtera dimana dibawah naungan CCF mengadakan lokalatih Global Stategy di Hotel Giri Kembang. Foto belum bisa saya tampilkan because, malay niy transfer foto ke komputer hehehe dasar pemalas. Sebenarnya ada alasannya..takut kena virus dr komputer. Padahal saudara saya bilang kalau virus komputer ma handphone tuh berbeda..tp karna takut jg yah blom sempet aja. next time lah.
BTW, disana tuh ajib bener...kamar kasur sendiri walaupun triple bed siy. Kita di kamar 133 bareng ma Rahma and Ulfa. Dapet teman baru lagi bulan ini. Senangnya...Isi lokalatih nya jg g maen-maen. Yaitu merubah paradigma semua peserta untuk memperhatikan kebutuhan anak. Misalnya, kalau dulu anak tidak bisa sekolah karena orangtua yang tidak punya pekerjaan pasti kita memikirkan bagaimana agar orangtua tersebut bisa mempunyai pekerjaaan. Tapi sekarang, bagaimana agar anak tersebut bisa sekolah apa bisa dapet transport gratis (selain sekolah gratis) dan lain-lain. Nah udah berbeda kan paradigmanya? jadi anak sebagai Inti utama. Bukan lagi orangtua karna anak adalah estafet orang dewasa untuk melanjutkan membangun masa depan.

Kamis, 08 Oktober 2009

Sejarah Terulang Kembali

Sejarah mulai terulang lagi, namun sayangnya ini lebih menyedihkan. Dalam buku Sejarah Pendidikan Indonesia dilansir bahwasannya dahulu Guru dibagi menjadi 5 macam. Yaitu:
1.Guru yang berwewenang penuh lulusan Sekolah Guru
2.Guru melalui ujian guru tanpa menempuh Sekolah Guru dan karena itu mendapat gaji yang lebih rendah.
3.Guru bantu melalui ujian Guru bantu
4.Calon Guru atau guru magang
5.Guru darurat.
Namun sayangnya sekarang nasib kami yang berada di Universitas khusus pencetak Guru (UNJ) berada di Point ke 2. Bagaimana tidak? walaupun dengan jelas kami lulusan sekolah guru, namun kami tetap harus menempuh ujian guru yang masih memakan waktu 2 semester?. Dimana gelar resmi kami yang dahulu didapat dari lulusan Sekoalh Guru (Kweekschool) yaitu sebagai manteri guru yang memeberikan mereka kedudukan yang nyata di kalangan pegawai pemerintah lainnya yang memberi mereka hak untuk menggunakan payung menurut ketentuan pemerintah, tombak, tikar, dan kotak sirih. Mereka juga mendapat biaya menggaji empat pembantu untuk membawa keempat langbang kehormatan itu.Tanda-tanda kehormatan itu membangkitkan rasa hormat orang, termasuk murid-muridnya sendiri.
Apalah daya, orang-orang yang memberikan keputusan itu malah berasal dari lulusan IKIP...hua hahaha.....maaf yah buat orang-orang yang merasa dirinya tersindir...Silakan berikan komentar terhadap problem ini...